Menyadari dan mengakui kadang terasa sulit. Langkah-langkah kecil membawa ke arah yang berbeda, menghabiskan hati dan merenggut kekuatan. Dan tiba-tiba terguncang, menyaksikan perasaan jatuh yang dalam.
Bagaimana langkah-langkah itu diputuskan? Berapa banyak waktu yang habis? Dan berapa kesempatan yang terlewat? Yang paling menakutkan adalah menghitung kerugiannya. Melihat seberapa banyak yang hilang.
Pada akhirnya kita harus mengakui, pada akhirnya kita harus menyadari. Kita bisa mengelak, bersembunyi, menolak. Tapi dengan kesiapan untuk kehilangan yang lebih besar. Malam-malam berlalu dan hari-hari tidak lagi bisa menunggu.
Mengakui bahwa kita bisa jatuh pada hal-hal yang justru kita yakini tidaklah mudah. Dari pangkal ke ujung, terasa kusut. Ditengah panik selalu muncul pertanyaan "Apakah ini masih bisa memburuk?", dan yahhh, suara-suara itu justru menambah guncangan.
Dalam perjalan perbaikan dan dalam pengakuan, pertama mungkin hati harus dilapangkan. Kenyataan bahwa harus mundur, bahkan mungkin minus, perlu tempat luas untuk menerima.
Nyatanya kita selalu perlu peraturan untuk menjaga kita. Menyangka bahwa kita bebas dan bisa memilih apapun, menjadikan langkah-langkah tak terarah, hati habis pada sesuatu yang harusnya tidak menghabiskan.
Komentar
Posting Komentar