Surabaya, 9 April 2026

Entah bagaimana kesempatan ini datang. Keinginan yang telah lama timbul, rencana yang cukup tiba-tiba dan begitulah hari itu saya berangkat ke Surabaya.

• Museum Haji Oemar Said Tjokroaminoto
Halaman Rumah

Perjalanan HOS Tjokroaminoto

Tangga menuju
kamar kos

Kamar kos yang sederhana
untuk bersama-sama

Museum ini adalah rumah asli beliau, tempat tinggalnya dan anak-anak kosnya. Kecil, didalam gang sempit, tapi barangkali diskusi-diskusi tentang ideologi selalu hidup disini. Anak-anak kosnya adalah tokoh pada ideologi yang diyakininya masing-masing. Diberi julukan sebagai "Raja Jawa Tanpa Mahkota" oleh belanda. Pada masa kepemimpinannya, Sarekat Islam punya 2 juta anggota. Beliau yang oleh Soekarno dinyatakan layak memimpin Indonesia jika masih hidup saat kemerdekaan. Betapa berpengaruhnya beliau.
Berapa banyak ide yang muncul dirumah ini? Sebanyak apa waktu yang dihabiskan Pak Tjokro untuk memikirkan nasib golongan manusia-manusia yang saat itu masih tak seutuhnya dipandang sebagai manusia? Bagaimana menghidupkan diskusi ditengah-tengah muridnya?
Okee,,,mari baca lebih banyak lagi tentang Pak Tjokro.

• Masjid Agung Sunan Ampel
Pilar 17 meter

Gapura bergaya majapahit

Ditengah kepadatan
penduduk



















Beginilah islam menyebar di tanah jawa, tanpa pedang, ditunjukan dengan keteladanan. Sunan Ampel adalah salah satu tokohnya. Membangun masjid ditengah perkampungan yang padat, dekat dengan warga. Pilar-pilar masjidnya punya makna. Dakwahnya seiring dengan budaya.
Makamnya ramai, saya memutuskan tidak masuk karena bingung harus berbuat apa ditengah keramaian makam. Semoga semangat dakwah beliau banyak yang meneruskan. Jika hari ini kita lihat ada hal-hal yang kurang tepat, bukankah ada juga tanggung jawab kita dalam berdakwah?

• Gramedia

Bertemu lagi dengan tumpukan buku yang menyenangkan.  

Komentar