Sayangnya peraturan manusia tidak mengizinkan yang demikian. Batas-batas itu kadang adalah dari kita, bukan dari Tuhan. Dalam kesempitan dan ruang yang terbatas, bisa jadi kitalah yang menciptakannya sendiri.
Sayangnya mata manusia tidak melihat yang demikian. Adalah kita yang memalingkan pandangan, mengagumi bentuk-bentuk lain yang barangkali nilai-nilainya tiada.
Komentar
Posting Komentar