"Kapan Nikah?"

"Kapan nikah?", sungguh saya rasa pertanyaan ini amat wajar, karena begitulah keumumanya, atau begitulah seharusnya. Ketika sampai umurnya, ketika terlihat kesiapanya, maka pertanyaan "Kapan nikah?", "sudah punya calon?", akan sampai juga pada kita. 

Tentu saja orang-orang penasaran, tentu saja mereka peduli. Maka pertanyaan itulah bentuk penasaran dan kepeduliannya. Dari sana barangkali niat baik muncul, jalan yang buntu barangkali terbuka. Tentu saja mereka berharap kita segera berpasangan, memulai hidup baru dengan berbagai kemungkinan baiknya. Meninggalkan masa bujang dan menutup kemungkinan buruknya. Melompat kedalam ikatan yang kuat, dalam janji dan kesungguhan yang sungguh-sungguh. Merasakan besar pencapaian, perasaan rela, serta tumpahan perasaan. Membangun rumah tangga yang menuju kebaikan. 

Sayangnya sebagian kita memang tidak tahu jawabanya, pertanda untuk memasuki waktu pernikahan belum sampai pada sebagian kita. Dan demikianlah kita menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, pada dasarnya kita sungguh tidak tahu. Terkadang kita membicarakan kemungkinan-kemungkinan, membicarakan barangkali ini kurang, barangkali itu perlu. Tapi tetap saja segala yang kita bicarakan adalah kemungkinan sebab, bukan suatu kepastian. Pada akhirnya, saat ini sungguh kita tidak tahu jawaban atas pertanyaan "kapan?".

Beginilah ukuran kehidupan yang diberikan Tuhan pada kita. Sebagaimana yang lain berjalan menghadapi ukuran kehidupannya, kita juga akan terus berjalan diatas takdir kita. Sebagaimana yang lain diuji, barangkali ini adalah ujian kita, maka tidak ada jalan lain selain berjalan diatas ujian yang ditetapkan Tuhan.

Komentar