Dulu kita bercita-cita. Meneriakan semangat. Meneriakan bahwa kesunggugan akan membawa pada keberhasilan, bahwa kesabaran akan menemukan keberuntungan, bahwa perjalanan akan sampai pada tujuan. Begitulah langkah-langkah kita buat. Hari ini sampai dimanakah kamu? Adakah yang kamu bawa dari masa lalu itu?
Hari-hari ini dengan apa kamu disibukan? Sebanyak apa yang sudah kamu temukan? Seberapa banyak kekhawatiran?
Kita sama-sama melihat, bahwa dunia kita berubah. Segala sesuatunya tampak berbeda. Dan apakah kamu rasakan pula, ada yang berubah didalam diri kita?
Hari-hari ini dengan apa kamu disibukan? Apa yang kamu kejar? Kearah mana langkah-langkah kamu tetapkan?
Kita sudah sampai pada masa yang berbeda. Berkali-kali berbelok dan memutar. Menanjak dan terjun bebas. Setelah itu semua, apa yang kamu rasakan?
Hari-hari ini dengan apa kamu disibukan? Pernahkan kamu diam sebentar? Merenungkan apa yang terlewat, atau mengingat-ingat barangkali ada yang hilang?
Hari ini, ditengah semua kesibukan dan ini itu yang kita kejar. Ingatkah kamu bahwa kenangan kita adalah tentang kesederhanaan. Tentang semua yang berlangsung pelan dan khidmat.
Ditengah galau dan takut. Ingatkah kamu bahwa kenangan kita adalah tentang ketaatan. Mengusahakan yang kita bisa, sisanya berserah pasrah pada Tuhan.
Keadaan hari ini tentu berbeda. Kamu telah berkali-kali menganalisa, menimbang-nimbang, tentang bagaimana menempuh kehidupan. Ketakutan hari ini tentu berbeda. Kamu telah berkali-kali mengira-ngira, menghitung ulang, tentang bagaimana menghadapinya. Tidakah mau kamu mau berhenti sebentar? Sebelum terlalu jauh kamu pergi dari jalan kenangan kita, tidakah mau kamu lihat lebelakang? Bahwa kita punya memori tentang ketaatan yang berhasil meredam kekalutan.
Jika hari ini beban kita bertambah-tambah, ketakutan kita tumbuh menjulang. Barangkali kita perlu juga menggandakan ketaatan.
Komentar
Posting Komentar