Adalah kita yang selalu penuh dengan keinginan. Yang selalu menghitung-hitung, membanding-bandingkan. Hingga diakhir hari hanya rasa kekurangan yang memenuhi perasaan. Hanya gelisah yang mengantar kita istirahat, lalu besoknya kita bangun dan masih terus bertanya-tanya kenapa. "Kenapa harus saya?", "Kenapa harus sekarang?"
Adalah kita yang terus menerus marah, kecewa dengan keadaan. Untuk selanjutnya lari entah kemana. Berharap bertemu tenang, hanya untuk kembali menemukan kekosongan. Entah kapan kita sadar bahwa yang kita kejar adalah bayang-bayang. Lelah dikejar tanpa bisa ditangkap.
Tentu akan datang hari-hari yang panjang, kita akan melewatinya. Tapi sungguh tiada baik meratap begitu dalam. Hari-hari itu mungkin panjang, tapi hari-hari itu juga berputar, dan kita tidak diizinkan berhenti lama. Kita mengikuti hari-hari itu melangkah.
Apa kabarmu kawan, saat hari-hari itu datang? Adakah bagimu tempat bersandar? Adakah pertanyaan-pertanyaanmu terjawab?
Bukankah sudah berkali-kali kita bahas bahwa tidak ada kepastian yang bisa kita harapkan? Terlebih dalam perkara-perkara diluar kendali kita. Tapi beginilah kita dengan harapan-harapan kita, diam-diam tetap kita simpan. Jadi kita ini harus terus menerus diingatkan. Maka jika aku lupa, kamu luruskan. Jika satu saat kamu lupa, aku harap aku bisa ingatkan.
Sungguh kita tidak tahu jawaban atas kapan, dimana, mengapa, siapa dan bagaimana. Semuanya takut-takut kita harapkan, karena kecewa butuh waktu untuk berobat.
Hari ini, kita akan tetap memulai perjalanan.

Komentar
Posting Komentar