Sikap

Sudah puluhan hari sejak Palestina diserang dengan agresi besar. Banyak kejadian yang sudah kita lihat. Serta banyak pandangan kita telah berubah. Sabar, keteguhan serta kekuatan iman, entah bagaimana mereka memperolehnya. Harapan yang hanya kepada Allah, bagaimana bisa sedemikian besar, bagaimana bisa begitu yakin mereka mengucapkannya.

Jurnalis yg tetap bertugas setelah kehilangan 20 anggota keluarganya. Kakek yang kehilangan belahan jiwanya. Dokter yang tetap bekerja ditengah situasi bahaya. Masing-masing mereka teguh pada imannya.
Jika dibanding mereka, dimanakah tempat kita?

Tentu kita tahu bagaimana akhirnya. Muslim akan menang, penjajah akan habis. Entah kapan. Entah berapa lama lagi. Dengan atau tanpa kita didalamnya. Dan jika nama kita tidak masuk dalam satu dari sekian panjang perjuangan, adakah nanti kita boleh menyapa mereka sebagai saudara? Adakah kita akan selamat? Entah seberapapun kecilnya, perlu bagi kita untuk menunjukkan bahwa kita berpihak pada mereka. Bahwa kita tidak setuju dengan penjajahan, penghianatan, dan tipu daya. Bukan saja untuk mereka. Sikap yg kita pilih adalah untuk kita, untuk menyelamatkan kita.

Komentar