Kala itu, pemerintahan diatur oleh raja, dimana kepemimpinan diwariskan lewat garis keturunan. Telah lama sekali kerajaan berdiri, barangkali cita-cita pendirinya dulu tidak lagi dipedulikan oleh pewarisnya. Kerajaan berdiri, namun rakyat justru banyak direpotkan. Sebagiannya menyadari mereka ditekan, dipaksa mengerjakan ini itu oleh pemerintahannya sendiri, tapi lebih banyak yang tidak menyadari bahwa mereka tidak merdeka. Hanya karena raja adalah orang dari golongan mereka, dari ras mereka, mereka percaya penuh padanya. Hanya karena pejabat-pejabat adalah orang yang mereka tahu dimana kediamannya, mereka tunduk patuh tanpa bertanya. Rakyat memberi banyak pada pemerintahan hanya untuk menerima amat sedikit. Rakyat diperintah untuk memaklumi segala ketidakcakapan pemerintah, lantas menanggung semua kesulitan hidup sendiri. Kesulitan yang lebih banyak dibuat oleh kerajaan, oleh orang-orang yang memerintah.
Sebagian besar sumberdaya dikuasai hanya oleh segelintir orang. Sisanya dipaksa puas hanya dengan kekayaan yang amat sedikit. Dipaksa puas dengan upah yang amat sedikit sementara pekerjaanya berat dan menyita sebagian besar waktunya.
Sementara apa yang paling banyak menyita waktu dan pikiran raja? Sayangnya bukan rakyat yang kelaparan atau anak-anak yang kurang pendidikan. Raja lebih banyak memikirkan cara supaya kekuasaanya bertahan, bagaimana garis keturunannya tetap berkuasa, supaya habis orang-orang yang mengincar tahta raja. Siapa orang-orang didekat raja? Sayangnya bukan orang-orang terbaik yang bijak memberi saran, hanya orang-orang yang pandai bertepuk tangan, memuji-muji, dan meninggikan nama-nama raja demi memperoleh muka, dengan begitu lebih banyak kuasa dan harta yang ditimbun di rumahnya.
Malang sekali, tidak ada yang benar-benar peduli pada rakyat yang hidupnya dihimpit berbagai kesulitan. Tidak ada yang memikirkan rakyat yang bahkan tidak punya kesempatan untuk hidup lebih baik.
Ketika sekali sebuah keluhan sampai ketelinga raja, tentang pemerintahannya yang tidak bijak mengambil keputusan, terluka harga diri raja, mendidih hatinya mendengar kritik. Ketika protes terdengar, gaduh pejabat-pejabat menjawab bahwa tidak mudah mengatur wilayah yang luas, tidak mudah mengatur orang-orang dengan kepentinganya masing-masing. Duhai, jika hanya itu yang akan didengar rakyat, kepana juga jabatan itu diperebutkan. Sungguh, jika menjabat adalah hal sulit, kenapa kalian merasa mampu mengerjakannya.
Besok, barangkali tidak ada lagi kerajaan, kekuasaan tidak lagi diwariskan. Tapi, sebagaian besar isi kepala pemimpinnya sama. Bagaimana mempertahankan dan memperpanjang kekuasaannya. Orang-orang tetap menghadapi kesulitanya sendirian.

Komentar
Posting Komentar