Bergetar hati kita, berharap-harap cemas. Diam-diam bertanya "Akankah ketetapan Tuhan akan sama dengan harapan kita?". "Apakah do'a-do'a kita akan di 'iya' kan-Nya?"
Akan ada apakah didepan? Apakah ada kesempatan? Gelisah hati menunggu ketetapan.
Bagaimanalah caranya membendung gelisah? Bagaimanalah caranya meredam kekhawatiran? Waktu telah banyak berlalu, dan kita masih harus menunggu. Masa-masa telah jauh, namun kitapun tak bisa terburu-buru.Dan kuncup akan jadi mekar, pagi akan jadi siang. Semuanya tetap bergerak, patuh pada ketetapan Tuhannya. Begitupun kita, akan terus berjalan, berhadapan dengan hari-hari yang terus berubah.
Kita akan tetap berharap, menyiapkan kenyataan yang mungkin datang. Kita pun berserah, pada ketetapan dengan banyak kemungkinanya

Komentar
Posting Komentar