| https://www.netflix.com/id/title/70298942 |
Beberapa hari lalu tidak sengaja
nonton film Sang Kiai di TV lokal. Seketika ingat, dulu saat SMA, entah kelas
XI atau XII kami disuruh nobar film ini. Sepertinya kegiatan ini adalah
instruksi dari pemerintah, entah kabupaten, entah provinsi, karena saya dengar
beberapa sekolah lain juga mengadakan kegiatan yang sama. Kami tidak nobar di
sekolah, seingat saya di STAI Ibrahimi Genteng, mungkin karena kami tidak punya
aula J
Bagi anak SMA yang cenderung suka
pada hal-hal yang seru dan asik, apalagi sudah mengenal drama korea, sejujurnya
film ini kurang menarik hehe. Sebuah drama yang serius, sedih, dan mungkin kejadian
selanjutnya sudah bisa ditebak. Lalu setelah menonton filmnya, apa kesannya?
Apa scene yang paling di ingat? Sejujurnya, waktu tidak sengaja liat film ini
kemarin, scene yang tiba-tiba terlintas adalah ketika Adipati Dolken
teriak-teriak senang karena istrinya hamil “Aku mau dadi bapak, bojoku mbobot
cak” wkwk Astagfirullah. Ngga ngerti, karena lucu aja mungkin.
Karena penasaran dan lagi gabut,
akhirnya saya nonton lagi filmnya. Dan setelahnya, saya jadi penasaran, tentang
revolusi jihad, tentang tebu ireng, tentang Hasyim Asyari, tentang Nahdatul
Ulama, tentang Bung Tomo, tentang Surabaya dan lain-lain. Yahhh....walaupun dari
sekian banyak rasa penasaran itu, masih sedikit yang sudah saya cari tau,
sedikit sekali.
Hmm....menyadari bahwa film ini berisi penggalan sejarah, kejadian nyata, menjadikan film ini menarik. Jadilah terbayang kita pada perang, pada perjuangan, pada keberanian. Menyadari bahwa tokoh besar itu benar-benar pernah ada, menjadikan kita penasaran, bagaimana perjalan lengkap hidupnya, bagaimana belajarnya, seberapa besar pengaruhnya. Dan ternyata mendengar kisah itu sungguh menyenangkan, apalagi menyadari bahwa segala kejadian heroik itu benar-benar pernah terjadi, dekat, dan tidak mustahil untuk berulang.
Dan lagi, film ini bagus, latar tempat, suasananya, penokohannya. Totalitas.
Sebenarnya tulisan ini hanya mau mengucapkan terimaksih pada yang memberikan instruksi untuk nobar film Sang Kiai. Sungguh visioner sekali, supaya anak-anak sekolah kenal dengan sejarah bangsanya, kenal dengan orang-orang hebat pada masanya. Yaaa,,,,walaupun anak sekolahnya baru mau cari tahu dan penasaran 6 atau 7 tahun setelah nobar wkwk.
Komentar
Posting Komentar