“Betapa tidak beruntungnya. Kalian
menyerahkan sepenuhnya kesempatan itu kepada suratan nasib. Tapi itu tidak
buruk. Bukan sebuah kesalahan. Maka biarkan seperti itu selamanya. Juga untuk
urusan malam ini, biarkanlah seperti itu.....Andaikata takdir itu memang baik
untuk kalian, maka akan ada sesuatu yang membelokan semua kenyataan. Tapi sepanjang
sesuatu itu belum terjadi, maka seperti yang aku bilang, tidak pernah ada mawar
yang tumbuh di tegarnya karang, Anakku” Oma berhenti sejenak
Siang tadi aku belajar satu makna
kata penting yang seharusnya selalu disampirkan dengan kata kesempatan, yaitu
kata cukup. Oma benar. Semua gurat
takdir ini mungkin kejam. Aku tidak pernah berani membuat kesempatan, karena aku terlanjur mempercayai sepenuhnya janji
kehidupan. Malam ini, biarlah semuanya terasa lengkap. Sempurna. Aku titipkan
seluruh urusan ini kepada-Mu, Tuhan. Jika Engkau menghendaki mawar itu tumbuh
di atas tegarnya karang, maka biarlah itu terjadi.
Pagi itu aku akhirnya mengerti
arti kata kesempatan.
Mawar akan tumbuh di tegarnya
karang, jika Kau menghendakinya.

Komentar
Posting Komentar