Hmmm......ketika ingin menyerah,
teringat nasihat-nasihat ku sendiri. Ketika ingin berharap, benar-benar takut
kecewa lagi. Ketika ingin mengerjakan hal lain, teringat satu beban yang belum
selesai ini. Jadilah aku tetap dalam langkah-langkah, mengupayakan yang masih
bisa diupayakan. Dengan hati terus berharap, berdo’a. Sambil memikirkan berbagai
kemungkinan hasil yang mungkin terjadi. Bersiap dengan segala kemungkinan itu. Walaupun
bisa saja yang terjadi bukan satu dari sekian kemungkinan yang aku fikirkan
itu. Terus berfikir dan berbuat, sampai pada akhirnya merasa tidak ada yang
bisa dilakukan lagi. Lalu menyadari, bahwa inilah saatnya berserah pasrah pada
apapun yang akan menghampiri.
Pada akhirnya aku bersyukur,
kejadian-kejadian ini membuatku belajar lagi. Tentang sabar, tentang berharap
dan tentang berusaha. Belajar mengendalikan perasaan yang naik turun. Dan tentu
saja belajar tentang penerimaan, menerima bahwa kita bukan penentu hasil, kita
hanya mengupayakan hasil.
#yangtersisadarineurologi

Komentar
Posting Komentar