Neurologi

Kita punya cerita, kita punya kenangan. Tentu saja pada akhirnya akan menyisakan pelajaran dan pemahaman. Tapi apakah aku mau kembali pada kenangan itu? Tidak juga. Hehe. Biarkan saja itu jadi cerita, yang ketika aku ceritakan kembali akan menjadi pesan untuk pendengar.

Hmmm......ketika ingin menyerah, teringat nasihat-nasihat ku sendiri. Ketika ingin berharap, benar-benar takut kecewa lagi. Ketika ingin mengerjakan hal lain, teringat satu beban yang belum selesai ini. Jadilah aku tetap dalam langkah-langkah, mengupayakan yang masih bisa diupayakan. Dengan hati terus berharap, berdo’a. Sambil memikirkan berbagai kemungkinan hasil yang mungkin terjadi. Bersiap dengan segala kemungkinan itu. Walaupun bisa saja yang terjadi bukan satu dari sekian kemungkinan yang aku fikirkan itu. Terus berfikir dan berbuat, sampai pada akhirnya merasa tidak ada yang bisa dilakukan lagi. Lalu menyadari, bahwa inilah saatnya berserah pasrah pada apapun yang akan menghampiri.

Pada akhirnya aku bersyukur, kejadian-kejadian ini membuatku belajar lagi. Tentang sabar, tentang berharap dan tentang berusaha. Belajar mengendalikan perasaan yang naik turun. Dan tentu saja belajar tentang penerimaan, menerima bahwa kita bukan penentu hasil, kita hanya mengupayakan hasil.

#yangtersisadarineurologi

Komentar