Bintang Tanda Jasa


Kau sudah dengar? Tentang orang-orang yang menolak menerima penghargaan, menghindar saat diberi gelar, atau tidak datang saat penyematan bintang tanda jasa?

Kau sudah dengar? Tentang orang-orang yang memutuskan berhenti, bahkan saat semua sedang menatapnya, memuji-muji pencapaiannya?

Bukankah banyak sekali cerita-cerita itu? Dulu dan kini, akan selalu kita dapati. Mengapa?

Ketika kita sibuk menyayangkan keputusan mereka, mereka akan selalu punya alasan, dan kita harus banyak belajar. Apa artinya nama bertambah panjang dengan gelar, jika setelahnya mereka tidak bisa lagi membuat keputusan, jika kebebasan tidak lagi dalam genggaman. Buat apa juga bintang tanda jasa tersemat, jika mereka tidak bisa lagi bebas berkata-kata, diawasi, disuruh menurut, tidak lagi boleh melawan. Bahkan setelah menolak dan menghindar, selanjutnya tidak akan mudah bagi mereka. Kau lihat sendiri, mereka sering sekali diganggu, disebarkan berita yang tidak-tidak, dituduh ini itu.

Apakah mereka tidak tahu gangguan itu akan datang? Tentu mereka tahu. Ketika kita sibuk menyayangkan keputusan mereka, mereka akan selalu punya alasan, dan kita harus banyak belajar. Tidak mengapa sebagian haknya diambil, asal mereka tetap bisa menganalisis, bersuara, memberi masukan, menyampaikan yang benar.

Apakah mereka suka sekali bermusuh-musuhan? Kenapa mereka seperti melawan, tidak mau menurut, dan banyak sekali bicara? Ketika kita kita sibuk menyayangkan keputusan mereka, mereka selalu punya alasan, dan kita harus banyak belajar. Mereka ini justru memimpikan sekali ketenangan, keadilan, dan kedamaian. Mereka selalu merasa bertanggungjawab atas pengetahuan mereka, maka mereka tidak akan diam saat mereka melihat sesuatu yang tidak sesuai.

Mereka ini tangguh sekali!! Tidak takut jika harus menderita, tidak khawatir jika harus kehilangan. Siapakah yang sebenarnya mereka bela? Tidak ada. Meneka hanyak berpihak pada nilai-nilai. Apakah nilai-nilai itu? Kebenaran dan keadilan. Mereka ini keren sekali!! Menolak kenyamanan dan kehormatan, demi bisa bersuara lantang tentang kebenaran. Mereka ini pahlawan.

Kita, bisa jadi adalah bagian dari kebanaran dan keadilan yang sedang mereka perjuangkan. Jadi jangan juga buru-buru mencela atau tidak peduli. Jika mereka menyerah dan berhenti, kita akan sangat kehilangan, kita akan sangat menyesal.

Komentar