Dalam perjalannya yang panjang, jiwa-jiwa akan selalu mencari tempat terbaiknya. Mencari tempat ternyaman untuk menghabiskan waktunya. Jiwa-jiwa itu akan terus mencari dimana bahagianya. Jauh sekali angan-angan tentang bahagia. Bahagia adalah waktu luang, bahagia adalah kebebasan, bahagia adalah yang bisa memenuhi semua keinginan. Sepertinya sulit sekali mencapai bahagia. Jika arti bahagian adalah kuasa dan benda-benda. Apakah bahagia benar-benar jauh adanya? Apakah demikian sulit meraihnya? Bahkan setelah sampai, apakah bahagia benar-benar tergenggam?
Kau tahu? Kulihat
banyak orang bahagia bahkan dalam kesibukannya. Kulihat banyak orang bahagia
justru karena peraturan-peraturan yang dipatuhinnya. Kulihat pula banyak orang
bahagia dalam kesederhanaannya. Apa sebenarnya bahagia itu?
Kita yang kekurangan
akan mengatakan bahagia adalah kaya raya
Kita yang dalam
sakit mengatakan bahagia adalah menjadi sehat
Kita yang hidup
dalam ramainya kota mengatakan bahagia adalah menepi ke pedesaan
Seberapa banyak lagi
definisi bahagia jika kita menanyai lebih banyak orang? Mungkin, sebanyak apa
kita bertanya, sebanyak itu pula definisi bahagia yang akan kita dapat. Maka
apakah semua yang kaya, sehat dan hidup ditenangnya suasana desa menemui
bahagia dalam waktu-waktu yang mereka habiskan? Kita semua tahu, jawabannya
adalah tidak. Jadi dimanakah letak bahagia?
Orang-orang berilmu
telah membuktikan, bahwa bahagia amat dekat, ada didalam hati kita. Dialah IMAN. Dialah sabar dan syukur. Dengannya bahkan kesedihan jadi tidak berarti, bahkan pengorbanan akan menjadi
menyenangkan, bahkan lelah akan menjadi pilihan. Dengan IMAN, seorang petani
bahagia menyantap makan siangnya, walau harus tertimpa terik. Tanpa IMAN,
seorang kaya tak bahagia menyantap makan siangnya di tempat sejuk lagi mewah.
Dengan IMAN, seorang penggembala bahagia mengurus gembalaannya, walau harus
lelah berlari-lari mengejar satu ekor gembalaan yang lepas. Tanpa IMAN, seorang
pekerja tak bahagia bekerja dibalik mejanya, walau gaji besar menjaminnya.
Ternyata amat dekat bahagia itu. Ternyata amat sederhana bahagia itu. Maka jika tersisa satu permintaan. Mintalah agar iman selalu ada dalam hati mu.

Komentar
Posting Komentar