Beruntung

Duhai, betapa beruntungnya sebuah bentuk kehidupan.

Ketika kita diberi kesempatan. Kesempatan untuk mengenal sebentuk pelajaran yang sempurna memberikan bahagia. Tak hanya itu, bahkan tauladan terbaik dihadirkan pula diantara manusia. Menyampaikan dengan indah, mengajarkan dengan sabar, memimpin dengan wibawa. Dialah, yang memberikan terjemah bagaimana manusia-manusia harus bersikap. Dialah, yang tugasnya sama sekali tidak ringan, yang pengorbanannya amat besar. Bahkan gunung-gunung akan hancur jika menerima tugas itu. Habis, habis waktunya hanya untuk memastikan nilai-nilai ini tegak.

Duhai, betapa beruntungnya sebuah bentuk kehidupan.

Bahkan ribuan tahun setelah kepergian Sosok Tauladan, pewaris-pewarisnya tidak akan pernah habis. Nilai-nilai yang diajarkannya terus disebarluaskan. Sampai mana nilai-nilai itu tersebar, seberapa jauh nilai-nilai itu bisa tersebar? Luas, luas sekali. Amat beruntung sekali kita, yang bahkan amat jauh dari tanah kehidupan Sang Tauladan, kini bisa mengenal nilai-nilai itu.

Duhai, betapa beruntungnya sebuah bentuk kehidupan.

Ketika kita diberi kesempatan. Kesempatan untuk berbuat, bergerak dan beramal seperti apa yang dilakukan Sang Tauladan. Memastikan nilai-nilai ini tegak.

Komentar