Kau lihat burung-burung itu Nak? Sepertinya menyenangkan bukan, menjadi seekor burung yang bebas terbang kemana saja dia mau. Mematuk-matuk pohon untuk mencari makan. Ketika senja lantas pulang ke sarang. Beristirahat. Sepertinya akan sangat mudah hidup sebagai seekor burung. Hanya perlu terbang, hinggap, makan, lalu pulang.
Kau lihat bunga-bunga itu Nak? Alangkah
menyenagkannya tumbuh sebagai sekuntum bunga. Tersiram cahaya, dibasahi hujan.
Lantas meninggi, menguncup, mekar. Setelah sampai pada puncaknya, maka ia akan
layu dengan tenang.
Kau tahu bagian paling
menyenangkan dari kehidupan burung-burung dan bunga-bunga? Bahwa mereka tidak
perlu susah menimbang-nimbang baik dan buruk. Mereka akan terus berusaha
bertahan hidup, makan dan beranak pinak. Tidak ada hitungan baik dan buruk bagi
mereka. Tidak ada indah surga untuk kebaikan, tidak ada ancaman neraka untuk
kejahatan. Mereka hanya terus berjalan dengan cara yang mereka tahu. Karena memang
begitulah mereka diciptakan.
Aduhhh...kau tahu betapa repotnya
menjadi manusia Nak? Begitu banyak detail-detail yang harus dipikirkan. Yang setiap gerak-geriknya diawasi malaikat-malaikat. Yang
setiap langkah-langkahnya dimintai pertanggung jawaban. Bahkan niatan-niatan
jadi penilaian. Apakah susah payah selama ini akan bernilai kebaikan? Apakah kita
akan berakhir bahagia di surga? Ataukan kita terbakar habis di neraka? Semuanya
adalah rahasia.
Tapi Nak, kemuliaan manusia
sungguh ada diatas burung-burung dan bunga-bunga. Sepanjang kita tunduk pada
Yang Menciptakan, akal ini akan menemukan kebesaran, ketakjuban, kesyukuran
yang tak dirasakan burung-burung dan bunga-bunga. Kemuliaan manusia
sungguh diatas burung-burung dan bunga-bunga. Karena kita telah ditetapkan
sebagai pemimpin. Pengelola segala yang ada di bumi.
Lalu tentang hari akhir yang belum
pasti itu, kita harus terus memohon kemurahan hati Tuhan agar kita ditempatkan
di tempat yang baik lagi penuh ketenangan.

Komentar
Posting Komentar