Masa

Cahaya bulan sembunyi dibalik awan. Malam telah sangat larut, sejuk merambat menyelimuti setiap makhluk. Mata-mata telah terlelap, raga terbaring dalam lelah. Bersiap untuk besok yang mungkin lebih melelahkan. Dalam hening yang menidurkan, dalam sepi yang menenangkan. Akan selalu ada sisa cerita yang belum selesai, selalu ada kesan yang perlu diutarakan. Dalam malam yang diam, selalu ada riuh-riuh pembicaraan yang terdengar. Tentang apakah mereka saling bercakap-cakap? Apakah akan selesai malam ini? Atau masih berlanjut hingga malam-malam setelah ini?

Tentang apakah mereka saling bercakap-cakap? Apakah akan lapang hati setelah percakapan itu usai? Atau justru kata-kata akan meninggalkan sayatan dalam kesan? Manusia. Bukankah kata-kata yang terlalu banyak bisa juga meracuni, bisa juga menyakiti?

Tuhan.....begitu rumitkah sebuah hubungan? Dengan macam-macam hubungan manusia, jika itu hanya untuk Mu, hanya untuk menegakkan nama Mu, bukankah
akan menjadi cinta yang tak terbatas kesabarannya? Yang membangun cinta, yang menebar kebaikan, keadilan, kedamaian, kesejahteraan. Jika macam-macam hubungan itu hanya untuk Mu, bukankah bahagia setiap hati menjalaninya? Walau mungkin lelah berjalan diatasnya, tapi setiap hati itu akan selalu percaya ada waktu yang tepat untuk beristirahat, ada tempat yang lebih menyenangkan untuk beristirahat. Surga. Dengan keyakinan itu, telah terbukti dalam kisah kekasih-kekasih Mu, bahwa manusia mampu bersabar, berjuang, berkorban dalam kadar yang begitu besar.

Akan datang masa, dimana keyakinan itu telah tertanam kuat pada hati tiap pemuda. Akan datang masa, dimana orang-orangnya akan mampu bersabar, berjuang dan berkorban dalam kadar yang begitu besar. Maka setelahnya, akan datang masa, dimana negeri ku tak lagi berbantah-bantah. Akan datang masa, dimana negeri ku tak lagi berselisih. Akan datang masa, dimana keadilan dan bahagia menyusup disetiap lorong jalan negeri ku, jauh hingga setapak yang tak terjamah, hingga gua yang gelap gulita. Akan datang masanya.

Komentar