Jika kita mau sedikit mencari tahu, merenung, ada satu hal
yang harusnya selalu mampu membuat kita bersyukur. Apa itu? Selama sekian tahun
hidup ku, dengan secarik ilmu yang aku peroleh, dengan pengajaran dari guru
yang beraneka macam bentuknya dan yang pasti dengan hati yang tenang dalam
menyimpulkan, adalah “PEMAHAMAN” yang membuatku amat beryukur. Pemahaman macam
apa? Pemahaman tentang apa?
Aku bersyukur, karena dengan segala kemurahan hati-Nya,
dengan kasih sayang-Nya, aku dihadapkan pada sebuah penjelasan atas rusuhnya
pertanyaan-pertanyaan dalam benak. Aku bersyukur, atas kesempatan untuk membaca
buku-buku, aku bersyukur atas kejadian-kejadian, aku bersyukur atas “PEMAHAMAN”
hingga aku mampu merangkaikan bacaan-bacaan dan peristiwa-peristiwa menjadi
satu kesimpulan yang amat melegakan.
Bahwa sesungguhnya kita tidak akan dimintai tanggung jawab
atas apa-apa yang tidak kita pilih. Bahwa sesungguhnya “percaya” adalah kata
kunci untuk sebuah rasa aman dan tenang. Bahwa sesungguhnya tidak semua
kesempatan harus dibuat oleh tangan kita, akan ada saat dimana Yang Maha Kuasa
membuat kesempatan dengan cara yang tidak pernah kita duga-duga. Bahwa sesungguhnya
yang kita cari bukanlah perkara yang jauh, bukan perkara yang rumit. Bahwa
sesungguhnya semua petunjuk telah ada, petunjuk yang tidak akan menambah-nambah
kerusakan apalagi kecemasan. Bahwa hidup sebenarnya sederhana, bahwa bahagia
sejatinya amat sederhana. Semuanya ada dan bisa dimulai dari dalam diri kita.
Meskipun sederhana bukan berarti mudah, tapi cobalah mencari
“PEMAHAMAN” lewat bacaan yang baik, lewat kejadian yang berkesan, lewat
peristiwa menyenangkan, dengan hati yang jujur serta tenang dalam mengambil
kesimpulan, bukankan semua ini adalah perkara sederhana meskipun tidak selalu
menjadi mudah.
Aku bersyukur atas sebuah “PEMAHAMAN” yang menjadikan
tenang. Tentu pemahaman ku ini sama sekali tidak sempurna utuh. Dari banyak
penjelasan, hanya sedikit dari penjelasan itu yang aku tahu, dari sedikit
penjelasan yang sampai itu, sangat sedikit yang mampu aku simpulkan dan dari kesimpulan yang sangat sedikit itu, lebih sedikit lagi yang mampu aku terapkan. Tapi
sungguh, dengan “PEMAHAMAN” yang amat sedikit ini, telah terasa embun yang
begitu sejuk, telah terasa matahari yang begitu hangat. Aku yakin, orang-orang
yang mempunyai “PEMAHAMAN” jauh lebih baik, hatinya dipenuhi pengharapan tanpa ada kecemasan, hatinya menunggu namun tidak pernah diam, hatinya penuh
rasa pasrah namun tidak pernah putus asa.

Komentar
Posting Komentar