Assalamualaikum...
Pernah dengar nama Abu Jahal?
Seorang tokoh Quraish yang sangat membenci Islam dan dijuluki Firaunya umat
Islam. Ia tidak menyimpan perasaan bencinya sendiri, tapi juga selalu
menghalang-halangi seseorang yang akan membantu umat Islam. Ia menghambat
seorang yang akan memberi bantuan makan kepada umat Islam yang sedang
diasingkan (seinget ku walaupun sudah dihasut, orangnya ttp pergi bantu umat
Islam, Mohon maaf jika salah). Abu Jahal jugalah yang menghalang-halangi Abu
Thalib untuk mengucap kalimat tauhid, ditakut-takuti bahwa nanti akan dilupakan
oleh umatnya dll. Hingga sampai ajalnya Abu Thalib tak pernah mengucap Syahadat
L.
Lalu apa sebenarnya yang membuat Abu
Jahal begitu membenci Islam?? Yuk simak sebentar ceritanya J
***
Disebutkan dalam hadist shahih
riwayat Bukhari bahwa setiap malam Abu Jahal selalu datang ke rumah Rasulallah
Muhammad diam-diam. Untuk apa? Untuk mendengar ayat-ayat Quran yang dibacakan
Rasul ketika shalat malam. Abu Jahal terus mendengar ayat-ayat Quran yang dibacakan
hingga subuh tiba. Suatu ketika, datang juga dua petinggi Quraish lainya, yaitu
Abu Sufyan dan Al Akhnas bin Syuraiq yang
mendengar bacaan Rasulallah Muhammad tapi pada sisi rumah yang berbeda,
sehingga mereka tidak saling tahu. Ketika habis bacaan Rasulullah ketika subuh
tiba, merekapun bubar dan dengan hikmah Allah mereka bertemu dan saling
bertanya-tanya. “Kalian dari mana?”, merekapun menjawab “Dari rumah Muhammad”,
“Lalu apa yang kalian dengarkan?” ketiganya pun menjabab “Saya mendengarkan apa
yang dibacakan oleh Muhammad”. Setelah itu Abu Jahal berkata “Kalau begitu
jangan sampai orang Quraish mengetahui perbuatan kita ini. Jika mereka tahu,
mereka pasti akan semakin membenarkan agama Muhammad”
Akhirnya mereka sepakat untuk tidak mengulangi lagi
perbuatan tersebut. Tapiiiiii, besoknya ternyata ketiga orang ini masih datang
diam-diam ditengah malam ke rumah Rasulallah, mendengarkan ayat-ayat Quran yang
dibacakan Rasulullah hingga subuh. Dan ketika mereka mau pulang, mereka ketemu
lagi. Wkwk. Mereka saling bertanya lagi “Untuk apa kalian kemari?”, jawabanya
masih sama “Untuk mendengar bacaan Muhammad”. Dan kejadian tersebut terulang
sampai hari ke-empat.
Akhirnya Abu Sufyan bertanya “Apa pendapatmu
tentang apa yang kita dengar dari Muhammad?”, yang bertanya ini menjawab
sendiri, “Kalo saya, saya sangat kagum dan sangat tertarik (ada yang aku tahu
maknanya, ada yang aku tudak tahu maknanya)”. Akhas juga menjawab hal yang
sama. Lalu merekapun bertanya pada Abu Jahal
(Jadi Abu Jahal adalah panggilan umat muslim buat dia, Jahal berarti kebodohan.
Kaum Qurais panggilnya Abu Hakam)
“Wahai Abu Hakam, setelah apa yang terjadi
pada kita empat hari ini, apa pendapatmu tentanga yang kita dengar dari
Muhammad?”
PERHATIKAN ya jawaban Abu Jahal
“Demi Allah. saya sangat tau perkataan yang
di ucapkan Muhammad itu benar. Dan dia benar”
“Lalu apa keputusan mu?”, temannya bertanya
“Tapi saya sudah bertekat untuk tidak
mengikutinya”, kata Abu Jahal
“Kenapa?”
PERHATIKAN lagi nih jawaban Abu Jahal
“Dulu suku kami bersaing dengan suku
Muhammad. Pada saat sukunya memberi makan dan minum jemaah haji, kami pun
melakukannya. Saat sukunya merawat ka’bah, kami pun melakukannya. Pada saat
mereka bentuk pasukan membela Mekah, kami pun melakukannya. Dan saat dari
golongan suku dia muncul seorang Nabi (Muhammad), dan disuku kami tidak ada.
Kesannya suku kami dikalahkan. Maka saya tidak akan beriman dan memusuhinya”
***
Jadi, kira-kira seperti itu jawaban Abu
Jahal. Itulah yang membuatnya dipanggil Abu Jahal, karena banyak indikasi yang
menunjukkan sebenernya dia tahu bahwa agama islam itu benar. Tapi,
mengingkarinya hanya karena fanatisme terhadap sukunya. Hingga akhir hidupnya
tak pernah mengucap syahadat. Naudzubillah.
Hmmm, mungkin kadang kita juga gitu yaaa.
Menolak kebenaran hanya karena fanatisme yang nggak masuk akal. Menolak sesuatu
yang sudah jelas-jelas kita anggap benar, tapi masih ada “tapi tapi” lain yang
akhirnya membuat kita tidak berbuat kebaikan. Astagfirullah
Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum...
Sumber: Ceramah Sirah Nabawiah “Pemboikotan
Quraish kepada Rasulallah” Ust. Khalid Basalamah
Komentar
Posting Komentar