Setelah roda-roda itu
berputar, menempatkan sisi pada tiap-tiap sudutnya. Berlabuh jua masing-masing
pribadi pada tiap tempatnya. Mulai tertawa-tawa di dalamnya. Melihat, merasa,
dan mendengar hal-hal baru dengan segala raut di baliknya. Roda-roda itu akan
tetap berputar, melesat tanpa peduli ketika kita ingin ia berhenti. Begitulah ia,
begitulah memang kodratnya. Tidak akan melambat atau lebih cepat, begitu patuh
dengan titah Tuhannya. Waktu yang terus menggeliat.
Aku lihat lagi ke belakang, mungkinkah terulang di depan?
Terlambat dalam tiap-tiap masa. Bisakah manusia segera berdamai dengan
dirisendiri? Segera mencintai apa yang dimilikinya, dan mengusahakan perubahan
dengannya. Tanpa berfikir seberapa rendah ia, seberapa tertinggalnya ia dengan
sekitarnya.
Aku terdiam, sementara roda-roda itu berputar,
menghantarkan lebih banyak orang pada masing-masing tempatnya. Tidakkah aku
segera percaya akan janji Allah? Tentang nikmat setelah lelah, tentang kepuasan
setelah pengharapan? Pasti sangat baik, jika hati benar-benar mampu bersandar
dan berserah kepada-Nya.
Jauhkan rasa khawatir yang menghambat ini Ya Allah. Tiada
tempat ku kembali selain pada-Mu. Maafkan iman yang hanya sebesar debu. Maafkan
ketakutan yang tumbuh terlalu besar.
Komentar
Posting Komentar